PSM Juara Perserikatan Lagi Setelah 26 Tahun
Sabtu,
29 Februari 1992 di Stadion Utama,
Senayan, Jakarta, tampak dipenuhi 50.000 penonton untuk menyaksikan laga
final PSM Ujungpandang melawan PSMS Medan. Wasit Teddy Wijaya (Bekasi)
pun sudah siap memimpin pertandingan.
Tanpa berpanjang lebar, saya ingin mengutip surat kabar Harian Umum
“Kompas” edisi Minggu, 1 Maret 1992, yang menulis: “…Kemenangan PSM
adalah foto copy sebuah keberhasilan patriotisme atas idealisme. Persib
Bandung yang secara teknik lebih unggul, disingkirkan di semifinal.
Kemudian Medan yang memilih bermain cantik dan menghilangkan ciri khas
permainan kerasnya, disikat pula. Keduanya, Persib dan PSMS, dihantam
PSM dengan skor yang sama 2-1…”.
Ya, sejak babak penyisihan (reguler), PSM memang berjalan penuh liku.
Kalau saja Persegres Gresik bermain imbang dengan Persema Malang di
pertandingan hari terakhir, boleh jadi PSM tidak akan juara.
“Beruntung”, Persegres menang 1-0 atas Persema melalui gol Budiarso
(menit 64) pada saat PSM bermain imbang 1-1 dengan Persiba Balikpapan.
Karenanya, Persebaya, Persegres, dan PSM lolos ke putaran final “6
Besar” dengan nilai sama (13) dan selisih gol yang tipis, termasuk
Persema yang meraih nilai 11 dengan selisih gol yang menjanjikan.
Sejarah memang berkata lain.Kalau sudah rejekinya, ya sebuah
keniscayaan.
Surat kabar yang berdiri pada 28 Juni 1966 itu melaporkan lagi:
“…Stadion tua Senayan bergetar, ‘digoyang’ histeris sekitar 20.000
suporter PSM, dan itu cukup untuk membungkamkan sekitar 30.000 pendukung
PSMS, begitu pertandingan yang merupakan ulangan final tahun 1957 di
Padang itu baru berlangsung 13 menit. Ternyata, PSM yang merupakan
underdog, lebih dulu menggetarkan gawang PSMS…”.
Dalam babak final itu, PSM lebih dulu unggul lewat gol Jefry Dien
pada menit 13. Tendangan spekulasi berjarak 18 meter itu tidak mampu
diselamatkan Sisgiardi, penjaga gawang PSMS. Setelah kegagalan Suharto
(PSMS) mengeksekusi tendangan penalti pada menit 31 karena melebar, PSMS
akhirnya bisa membalasnya melalui gol Azwardin Lubis pada menit 62.
Skor 1-1 pun bertahan hingga pluit panjang berbunyi.
Menjelang perpanjangan waktu 2 x 15 menit, Syamsudin Umar memasang
Mustari Ato. Mustari Ato pula yang menjadi pahlawan PSM ketika mencetak
gol pada menit 91. PSM Ujungpandang pun berhasil menjuarai Perserikatan
1991/1992. Perlu menunggu lama untuk meraih juara.
Formasi pemain PSM: Ansar Abdullah (penjaga gawang), Bahar
Muharam, Anwar Liko, Moh. Ajis Muin, Aji Lestaluhu, Yusrifar Jafar,
Hasanuddin/Arman Dadi, Alimuddin Usman, Erwin Wijaya/Mustari Ato,
Kaharuddin, dan Jefry Dien.
Formasi pemain PSMS: Sisgiardi (penjaga gawang), Supianto,
Sumardi, Ramli Lubis, Andreas, Eddy Suryanto/Edwin Daud, Azwardin Lubis,
Suharto, Abdul Rahman, Bambang Usmanto, dan Witya Pusen.
0 komentar :
Posting Komentar